12/05/17

Ideologisasi Perjuangan Papua (1)

Perjuangan bangsa Papua memasuki era yang lebih maju dengan munculnya kesadaran ideologisasi perjuangan pembebasan nasional West Papua. Ada semacam transformasi gerakan reaksioner menuju gerakan yang sadar dan ideologis. Ini adalah dinamika proses yang tentu membuka peluang konflik ideologi diantara para pejuang (penggagas maupun pengikut) yang sedang mencari bentuk ideologi bangsa Papua. Proses ini semakin lebih berpeluang memunculkan konflik internal yang terbuka ketika ideologi seakan-akan dipakai hanya sebagai tameng untuk memperebutkan kekuatan dan kekuasaan politik faksi. Kemudian seakan-akan ini menjadi “perang ideologi” dalam internal perjuangan bangsa Papua, yang berimplikasi pada perpecahan yang tidak seharusnya terjadi. Lantas, bagaimana kita menyikapinya?

[+/-] Selengkapnya...

26/11/15

Makna Kemerdekaan Timor Leste Bagi West Papua

Tanggal 28 November 2015, Timor Leste akan merayakan hari Proklamasi kemerdekaanya ke-40, setelah mereka berjuang melepaskan diri dari kolonialisme Portugal dan Indonesia. Sementara, West Papua yang masih dijajah penguasa Indonesia akan memperingati hari manifesto politiknya yang ke 54, pada 1 Desember 2015. Timor Leste dan West Papua adalah dua wilayah yang dianeksasi oleh nafsu ekspansionisme Indonesia. Setelah Timor Leste berhasil mengusir kolonialisme Indonesia tahun 1999 melalui referendum, terbilang 16 tahun mereka membangun bangsa dan negaranya. Apa sebenarnya yang patus dipelajari, dimaknai dan diperjuangkan oleh bangsa Papua saat ini dari Timor Leste?

[+/-] Selengkapnya...

30/09/15

Renung Relung Derita Kita!

Tidak perlu heran dan bersedih bila pembantaian harus terus terjadi. Sadari saja diri kita sebagai bangsa yang sedang terkoloni. Adalah keharusan bagi kolonial untuk menjalankan sistem dan praktek kolonialisme diatas wilayah koloninya. Jangan berharap keadilan dalam hukum kolonial, sebab kolonialisme hanya bertujuan untuk memusnahkan manusia dan menguasai wilayahnya.

[+/-] Selengkapnya...

20/09/15

Bunga Bunga Revolusi

Ku ajak engkau riasi aku dengan sejuta warna yang membuat revolusi ini indah untuk disimak. Saat engkau menyerangku dengan berjuta gaya dan warna, engkau membuat sejarah ini berarti. Bila tidak begitu, revolusi ini sunyi. Revolusi harus dihiasi dengan bunga-bunga yang membuatnya indah diarungi, indah dipajang, indah untuk ditonton, dan tentu indah dan bergelorah untuk dilawan. Ku anggap propaganda fitnah yang kau pajang sebagai bunga-bunga penghias revolusi yang sedang bergulir.

[+/-] Selengkapnya...

14/09/15

Makna "Pengakuan" PIF pada Kedaulatan Indonesia

"Sebagai angggota PBB kami mengakui kedaulatan Indonesia atas West Papua, tetapi PBB juga mengakui hak mereka (West Papua) untuk penentuan nasib sendiri dan pelanggaran Hak Asasi Manusia". Kata Perdana Menteri Menasseh Sogavare, saat menanggapi reaksi Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia yang menolak intervensi Forum Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Forum/PIF) terhadap persoalan West Papua (sumber: http://www.pmc.aut.ac.nz).

[+/-] Selengkapnya...

09/09/15

Buanglah Ilusi pada Kolonial

Rakyat West Papua yth, 
Perjuangan merebut kemerdekaan West Papua dari kolonialisme Indonesia merupakan keharusan kita untuk menyelamatkan tanah dan manusia dari ancaman kehancuran dan pemusnahan. Uang dan kehormatan dalam kekuasaan kolonial Indonesia hanyalah ilusi. Sebuah ilusi yang palsu dan bohong. Hanya pecundang yang akan lari dari kenyataan penindasan dan hidup dalam kepalsuan dan kebohongan. Hanya orang bodoh dan tolol yang akan tunduk dan percaya pada program ilusi kolonial Indonesia yang mencengkram hidup kita.

[+/-] Selengkapnya...

15/07/15

Percuma Saja

Tidak pantas lagi ku rangkai kata disini. Percuma saja. Dinding blog ini pun pasti tak sudi dihiasi, bila hanya mengulangi bait-bait derita jalanan itu lagi. Sejak awal, dari tempat ini, ku hiasi dindingmu dengan cerita itu. Cerita penderitaan itu masih berlanjut kembali disini, dari tempat yang sama. Dia itu, pecundang cinta, yang menghadirkan cinta dan derita. Ah, kenapa tiada henti? Derai-derai air mata ini, pertanda cinta tulus seorang lelaki jalanan yang berkelana. Mencari, ya mencari separuh nyawa, yang terpisah kini, antara derita dan bahaginya. Di jalan-jalan ini telah ku siksa raga. Di sarang-sarang musuh ku cari jalan menemukanmu. Mencarimu hei...pecundang cinta. Engkau mengapakah....

[+/-] Selengkapnya...

21/06/15

Buang Jauh Kepatuhan

Berhenti memupuk mental inlandler. Lihat superioritas pendatang yang terus menginjak bangsa kita. Lihat fasisme kolonia yang tiada henti memaksa kita percaya pada nasionalisme buta. Bahwa militerisme, rasisme, ultra-nasionalisme, dan imperialisme adalah watak alamiah dari penguasa yang menjajah. Tak perlu heran bila konflik kekerasan akan terus ada selama kekuasaan kolonial masih bercokol diatas teritori West Papua.

[+/-] Selengkapnya...

14/05/15

Emosi Perlawanan Yang Positif

Emosi perlawanan kita terhadap penjajah haruslah positif, yang berarti menghindari emosi negatif. Perjuangan pembebasan bangsa Papua memiliki visi, ideologi. Tidak "takabur" alias hilang arah dan tujuan. Tidak untuk balas dendam. Tidak untuk sekedar pelipur lara. Juga bukan semata populisme gerakan.

[+/-] Selengkapnya...

07/05/15

Memandang Pembebasan Papua

Pranata Kolonialisme di Papua

UNTUK berbagai ragam masalah di tanah Papua, kita mau tidak mau mesti berangkat dari pengertian bahwa bangsa Papua sedang dijajah. Peliknya persoalan dan jenis kesengsaraan yang menimpa orang Papua, merupakan bentuk dari kolonialisme modern yang kemudian dapat dibahasakan sebagai imperialisme. Dengan begitu, perspektif cara pandang kita menjadi jelas bahwa semua ketimpangan ekonomi, sosial dan politik di West Papua merupakan anak kandung kaum imperialis yang bernama, Indonesia.

[+/-] Selengkapnya...