15/01/13

Mengemis Cinta Dalam Derita

Blog, ku harus menghiasimu kembali. Masih tetap pada cinta dan revolusi. Cerita tentang semua itu belum mau berhenti. Ku harap kau mengerti, walau mereka tiada pernah mengerti. Mungkin hati dan pikiran mereka tak dapat kuhiasi dengan cinta dan derita jalanan ini, mungkin hanya kau yang mampu menerima untaian cinta yang penuh derita ini.

Derai air mata tiap pagi. Terkikis
begitu dalam sanubari, kembali seperti hari-hari kemarin. Mencoba melawan hasrat rindu yang membara. Mentari pagi yang indah disana bersama hari ini, ku ingin menghiasi sesukaku, apa dayaku memperoleh semua itu. Dunia membatasinya, memberiku seribu satu syarat, yang tak mampu aku gapai.

Mecinta, engkau duniaku, engkau adalah alasan dibalik semua derita di jalan-jalan ini. Hari-hari tiada pernah bersama. Ku ingin menggendongmu seperti mereka. Ku ingin memanjakanmu seperti mereka. Ku ingin memelukmu seperti mereka. Tapi kenapa dunia ini terlalu jahat buat diriku. Kenapa semua tiada memihak. Bila penjajah membatasiku, itu hal biasa, dan itulah jalur yang ayahmu hadapi. Tetapi bila cinta dibatasi oleh cinta, apakah itu wajar. Bukankah itu lebih tajam dan menyakitkan dari peluruh penjajah.

Mecinta sayangku, jemariku tak sanggup merangkai kata. Air mata ini, sakit ini, terlalu menyiksa. Ku ingin melawan semua untuk tetap tegar berdiri melawan para penjajah yang tak henti menindas kita, tetapi semakin hari dunia ini membatasi ayahmu. Dunia ini terlalu jahat, terlalu menyiksa, membuat aku terlelap sepi dalam derita yang tiada berujung.

Sakit terlau sakit kurasa. Bahagia hari-hari tiada pernah ada. Tiada pernah kurasa. Ayahmu membuang segalanya demi derita negeri kita. Agar hari esok engkau tiada pernah menderita dibawa penguasa ini.

Ku harap engkau merasakan cinta dari ibumu. Ku harap dia akan selalu menjadi yang terbaik bagimu. Ku harap mereka lebih pantas memiliki engkau. Ku harap mereka, sang pemilik dunia, dapat memiliki engkau dan selalu membuat engkau tertawa.....

Disini, dijalur-jalur ini, ku akan selalu menanti dan mengemis cinta dalam derita......

Camp Wolker, 15/1/2013, 08.12 A.MShare

0 komentar: