18/08/12

Kawan, Mengapa Membuta?

Kawan! mengapa membuta, tuli dan membisu? bukanlah realita ini nyata dan menyakitkan. kenapa tiada rasa, dikala asa menghampiri, haruskah membiarkan jiwa merana di ujung punah . Iblis manakah yang merasukmu, bukankah semua ini kejam?. Tanah ini, surga kita yang kian hilang, digilas pecandu kekayaan. Kembalilah. Bernaung dibawah dawaian burung surga menyanyikan lagu pembebasan, kepalkan tangan erat, rapatkan barisan perlawan, kobarkan semangat bangsa, dan kita harus mengakhiri penderitaan ini. ------ Campwolker, 19/8/2012, saat hampa dalam rasa menghampiri daku terbawa bersama untaian jiwa yang merana melihat mereka anak negeri memalingkan wajah dari perjuangan, terbawa bujukan penjajah. Share

0 komentar: