02/05/14

Penjara Abepura, Saat itu...

Bunyi gembok trali itu tiba-tiba memutus mimpi indah. Alam mimpi di ruang bebas pun sirnah. Ah sial, Tamping-tamping itu membuka pintu-pintu trali. Kembali lagi menatap kurungan tembok dan trali ini. Sedang, mentari menyusup perlahan dari sela-sela trali disana, seakan mencoba membuang rasa sial, hampa dan pengap disini. Kuregangkan badan sambil melihat lelaki yang seperti biasa menyapu

[+/-] Selengkapnya...

27/04/14

Dear Nalok Anjing

Dear Nalok Anjing -

Saya ingin katakan yang sudah saya katakan. Saya ingin memberitahu yang sudah anda tahu. Maaf, saya tidak bermaksud menggurui, lagi pula saya bukan atasan anda, bukan juga bawahan, tetapi hanya seseorang yang kebetulan memilikimu dan hidup bersamamu di tempat-tempat itu dan di jalan-jalan itu.

[+/-] Selengkapnya...

18/01/14

A Letter in Pain: Dear My Lovely Cia

To My Dear Cia,


It has been long time since the day dady met and hug you last year. I heard your voice last month before you and your mom departed from Adelaide. I was very happy that you would be here for Xmas. Unfortunately, daddy could not help your travel fee event to gave your Xmas gift due to the condition dady had.

[+/-] Selengkapnya...

12/12/13

Disaat Seperti ini

Malam pun tiba. Terbaring kembali. Sepertinya, ruangan ini semakin menyiksa. Lengkap sudah penderitaan ini. Sakit batin tak kuasa ditahan. Ia menusuk menjadi sakit fisik. Mencoba menjinakkan sakit dengan berbagai cara, pun tak sanggup. UGD Dian Harapan menganjurkan untuk terapi batin, pun tak mempan. Bagaimana mungkin bisa, sedangkan mereka masih sangat sulit mengerti tentang kondisi fisik ini. Serangan batin sepertinya tiada mau berhenti.

[+/-] Selengkapnya...

09/11/13

Duka itu Tetap Terasa

12 tahun berlalu sunyi
Sang waktu memaksa lupa
tragedi itu masih terbayang
Duka itu tetap terasa

[+/-] Selengkapnya...

03/11/13

Berbalik Pada Tuhan Yesus

Minggu, 3 November 2013, dalam blog pengasingan Lapas Abepura, hari-hari seperti begitu-begitu. Pikiran terkurung dalam ruang kecil, yang ikut memperkecil jangkauan pikiran. Saya kembali menemukan diri ini pada posisi yang belum mampu meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang sangat tidak merubah keadaan hidup ini.


[+/-] Selengkapnya...

14/09/13

Mama sa rindu

Mama, malam ini sa rindu. Sa rindu bersemayam di peluk hangatmu. Ingin dimanja. Ingin mengeluh rasa ini padamu. Seperti hari-hari yang dulu. Kalau saja engkau kan baca untaian kata ini, ingin sekali  ku curahkan semua ini disini. Tapi, trali dan tembok memisahkan kita, dan engkaupun tak mungkin baca dinding maya ini.

[+/-] Selengkapnya...

27/07/13

Penderitaan Ini Kenapa Harus?

Kuhadapi hidup penuh penderitaan disini.Terkurung dan rapuh dalam hening malam. Hampa ini menyiksa sekali. Terbayang sejuta keinginan yang tak kunjung datang, hanya terlintas sebentar dan berlalu dalam lamunan bisu. Kucoba buang semua ini dengan senyum kepasrahan, namun kian tak terbendung.

[+/-] Selengkapnya...

11/07/13

Kandas dan Gagal

- 4 Juta di thn 2005 [Kampus Biru Surabaya]

- 3 Juta di thn 2013 [LP Abe]
Dua peristiwa yang takan pernah kulupa! Sangat butuh, mengemis tapi Gagal. 

[+/-] Selengkapnya...

Trali Yang Menyiksa

Mentari meredup sembunyikan sinarnya. Di ruang hampa terkurung kembali. Terperangkap sunyi. Terbaring bisu. Menatap trali dan tembok yang tau mau tersenyum, apalagi bergeming. Desah angin malam dan rintik hujan disini, dan kucoba merangkai untaian kata yang tak bernada dalam bayang malam. Entah darimana memulainya. Bingung dan semakin menyiksa. Kulantungkan lagu agar asa ini memudar pergi, namun kembali rapuh, ditambah samar-samar alunan lagu Helgas di blog tahanan disana yang semakin menyayat batin.

[+/-] Selengkapnya...