12 tahun berlalu sunyi
Sang waktu memaksa lupa
tragedi itu masih terbayang
Duka itu tetap terasa
09/11/13
Duka itu Tetap Terasa
oleh ^Q
Victor Yeimo
0
komentar
Foto Aksi Puisi Perjuangan
20/09/12
Galau Hati Kami Untukmu Mako
Vietnam, 18 Sept "2012
diatas parah-parah kayu
Tertenggung kami disini,
sontak bergetar luluh perih hati
bulir air mata jatuh tak tertahan
Termanggu dalam hening jiwa
disaat engkau tak bersama lagi
Terkenang untaian kata darimu
teringat senyum yang pernah kau hadirkan
terpesona ceritamu yang pernah menyejukan jiwa
terkagum smua ketegaran, semangat juang yang pernah kau torehkan
kini....disini
para sahabat termanggu diam mengitari cakrawala
meski hanya berteman bintang yang tertutup awan
dibawah cahaya rembulan yang kesepian
bersama nalok yang terus membisu
ditemani air surga
Meski kini kau telah tiada
namamu terpatri di relung hati kami
selamat jalan kawan Mako Tabuni
tinggalkan smua jiwa dan semangatmu
tersenyumlah kembali pada SANG PENCIPTA
kami akan tetap mengenangmu
sepanjang masa...
oleh ^Q
Victor Yeimo
0
komentar
Foto Aksi Derita Jalanan, Puisi Perjuangan
16/07/11
Mama, Kenapa Menangis
mama, kenapa menangis....
sudah cukup air mata itu
tercucur dipipimu yang kian keriput
matamu semakin memerah
terseduh-seduh dalam relungmu
urat yang membengkak di dahimu
serak suaramu itu
terasa berat kau ucapkan
menyimpannya bgitu rapih
dalam pasrah bisu
kau urai smua
bersama tangismu
sudah ma....
Hati ini sakit.....
mama, sudah cukup....
hentikan air mata itu..
Ma,
disini
di jalur yang kau relakan
kurasakan itu....
ku ingin sperti yang lalu
kembali disampingmu
dipelukanmu
mencari kutu di kepalaku
hingga ku tertidur dipangkuanmu
dengan dawaian lagumu
penghibur lara
derita negeri
ma, malam ini sa rindu
rindu sekali
rindu bersamamu
sangat.........
air mata ini
tak sanggup menahan rasa
jalur ini
tangis itu
derita ini
mereka itu
smua jahat...
ma, slamat malam
kusadari smua
ku dendam smua
hingga waktu kita
saat fajar menyingsing
di ufuk timur
disini...
Numbay, 16 Juli 2011| 02.25 AM
oleh ^Q
Victor Yeimo
0
komentar
Foto Aksi Puisi Perjuangan
05/07/11
Retonuteless of Filep Karma
Life was much too tough for you
You tried to accept the world,
Although knew you never could
but thought there would be peace
for You and your people
for you being suffered is heaven
because you love your people
more than your life
I saw you there
sitting in the yard of sand for days
even if you skip the hot and rainy
looked up to the creator
when every you hunger strike
no matter how sick your stomach
demanding the rights of prisoners
That's how you fight oppression
You're tough guys
a true warrior, the inheritance of land
behind the iron trali invaders
West Papua
(Victor Yeimo - Tapol Block 4, Abepura Prison,
oleh ^Q
Victor Yeimo
0
komentar
Foto Aksi Puisi Perjuangan
19/02/09
Caroline My Melanesian
Caroline,
yupela Melanesia angles bilong mi
Fest taim mi lukim you
Mi inap follim labim wantaim yu
gutpela na naispela tok bilong u
olwaisimpresyen
Mi inap foliom labim wantaim yu
Caroline bilong mi, yu pela Melanesia
Angles kip long leva bilong mi
yupela pasifik kuwin bilong Melanesia ras
Harim Caroline angles bilong mi,
mi tokim yu turu
everi de, mi tingting long yu olwais
If naik kam, yu olwais kam long
insait drim bilong mi
mi tokim yu gen, leva bilong mi
yu meikim mi kraisi tingting long yu
Carolina angles bilong mi, yu makim
leva bilong mi broken turu
Harim em tok from leva bilong mi
Berap, 3 Feb 2009
oleh ^Q
Victor Yeimo
0
komentar
Foto Aksi Puisi Perjuangan
23/01/09
Nyanyian Jiwa
Seruling cenderawasih merangkai nada
Angin utara menyapu daun nan rimba
jangkrit menyambut peraduan
Nyamuk rimba sehaus drakula penjajah
senyap malam membunuh rindu dan resah
senjata tua jadi bantal polo
rangsel kusut bantal malam
berlalulah dingin malam
sambut fajar pagi
inikah duniaku...?
burung taon membawa berita pagi
ku dengar posko siaga satu
ku sampaikan salam perlawanan
kita pasti mengakhiri
Tanjung Daurna, 19 Jan 2008
oleh ^Q
Victor Yeimo
0
komentar
Foto Aksi Puisi Perjuangan
26/11/08
Bait-Bait Puisi Jalanan
AIR MATA DALAM SUNYI
Apalah artinya hidup bila air mata tak sanggup menahan rasa
semua yang terjadi biarkan ia datang dan pergi tanpa bekas
biarkan ruang-ruang ini sa telusuri walau harus menahan gejolak batin
biarkan jalan-jalan ini kutapaki satu demi-demi satu,
walau harus menahan sunyi tak bertepi
biarkan darah juang membasahi naluri jiwa yang mengering
Demi negeri, sa tunduk saat hati berkata "tanah air atau mati"
Kerom, 2 Juli 2008, 2:44 a.m
AIR MATA
Bila tak sanggup, biarkan air mata mengalir
Mungkin ini salahku
Engkau benar
Keputusanmu adalah kebahagiaanmu
duniaku bukan kebahagiaanmu
selamat datang duniaku
kemarin engkau bilang langit masih cerah
kini suram tak bersahabat
Aku rindu bermalam dalam sunyimu
Aku rindu berjalan mengitari belaska musuh
Asro, 7 Oktober 2008
IBU RELAKAN DAKU MEMBENCINYA
sa pikir engkau terakhir dalam hidup ini,
karnanya sderhana dalam kekurangan ku brikan untukmu,
setiap mendengar keputusanmu,
terpaksa air mata berlinan menahan egoisme dan keangkuhan ini,
ku membagi tulus cinta dan tangis jalanan
ditengah mereka yang tak henti mengejarku
ku ingin bisik kita tengah malam tak beralalu dalam mimpi dan angan-angan
ku bertahan walau hati sakit setiap dengar tutur katamu
Dosapun ku langgar
sebab sa pikir kau terakhir dalam hidup ini
Ternyata smua ini mimpi belaka
kala sa tahu mempertahanmu itu bukanlah terbaik bagi dirimu
sa menyesalinya....!!
Ku tanya bangsa, ku tanya ibu pertiwi
Bukankah dia teman darah juang ini?
Bukankah dia dewi dalam kesesakanku?
Terimakasih bunda....!
relakan darah juang ini,
relakanku menata jalur kita
Ku ingin engkau memelukku
Ku ingin sendiriku bahagia
Ibu yakinkanlah daku mencintai jalan kita
seperti aku mencintai dirinya...!
Bogor, 24 September 2008
NYAMUK MALAM
Andai aku bintang
ku ingin ia mencari cahayaku diantara yang lain
Andai aku bulan,
ku ingin menyinari kegelapan malam yang sunyi ini
Andai aku matahari,
ku ingin memberi sinar harapan pagi
Dunia memberi seribu arti
Ia memilih,
ia menerima dan menolak,
ia membenci dan merindu,
Ia menangisi dan menertawai
Andai aku punya sayap
kupilih terbang melintasi tebing yang menjulang
kuterima kenyataan dan menolak mata dunia
membenci hawa nafsu dunia dan merindukan dia
menangisi nasip negeri dan menertawai kabut kelam
Sunyi lebih baik.....
Dingin malam lebih nyaman
lapar lebih kenyang
nyamuk malam teman juangku
Arso 12 September 2008
SAKIT MUNGKIN TAK BERUJUNG
tabah kemarin, setiap sakit hati
Hari ini kudengar, sakit mungkin tak akan berujung
ini memang salahku...!
Kamkey, 14 Okt 2008
TAKUT MAMILIKI
Senyap malam tak senyenyap gejolak rasa ini
gelisa tak habis-habis
bingung dan sedih menuai tetes air mata malam
ku terteduh disetiap datang resah
ingin menguak cinta dan derita
tapi sejagat preman penjajah membumbung ketenangan
mereka masih setia menyetir jalan perjuangan ini
malam bangun dan siang pun ingin cepat berlalu
bukan karena mereka kutakuti hidupku
tidak juga menyayangi keakuhan
aku takut saat tak mampu memiliki kasih
aku takut saat kau kehilangan moral perjuangan
aku takut saat anak bangsa menakutiku
melihatku sinis bagai para preman penjajah itu
saat kau merasa terjajah atas kehadiranku
saat kau merasa takut memilikiku
atas jalur pilihanku...
saat itu hati ini tak tenang....
Bogor, 5 Agustus 2008
TIAP KUTIKAN
lirik lagu ku dengar,
sayup di hati...
alunan menawan hati
menghantar senja
tiap kutikan
menyentuh alam rasa
hanya kau laptop
hanya hatiku
yang bisa merasakannya
berlalulah senja
menyongsong hari gelap
malam yang penuh misteri
tak kuasa ku menahan rasa
biarlah ku menyudahinya
Btn Purwodadi, 09 November 2008, 18:25
UNTUKMU LAPTOP
Saat terbangun malam ini, hanya kau yang mampu melukiskan rasa dilayarmu
berharap kau menjadi teman dalam jalan duri yang sengit
kau menampung segala rasa ini.
dilayar putihmu, ku rangkai sedih air mata, benci dan duka
hanya kau yang mampu menyimpan segalanya. Hanya kau..!
Kerom, 2 Juli 2008, 2:53 am
TIADA SEINDAH HARI ITU
Tiada seindah hari itu
kau datang padaku
kau bisik kata mesrah malam
tak tahu sikapmu begitu kini
Bingung di kepala
sakit tiada henti di hati
Tidur tak sanggup
sunyi ini menjadi setan
lagu malam menusuk hati
menambah lelah dalam bisu
di kebisuhan pagi
ku tertidur sedih
seakan hari ini suram
tak ada semarak
hanya desahan nafas pasrah
Kerom, 7 November 2008
oleh ^Q
Victor Yeimo
0
komentar
Foto Aksi Puisi Perjuangan
01/08/08
Tangis Dogiay
Anak-anak mereka kini piatu
Sanak sodarnya menangis melelehkan air mata
Lelaki muda dipaksa sedih mengubar air mata
kini semua paham
kini semua tau sungai air mata bukan mimpi bukan khayalan
airnya jenih bagai danau Tigi-Tage
tak banjir dimusim penghujan
tak kering diwaktu kemarau tiba
sungai airmata selalu mengalir
entah dimana akan bermuara
tapi siapa yang mengerti
ikan emas engan hidup di disungai airmata
sebab ikan emas pun tau hakikat air mata adalah derita
tapi siapa pula tak mengerti
sekelompok manusia bergembira diatas perahu
melintas di sungai air mata
menebar pukat dan jalan
Dijalan-jalan berderet Ekstrada milik sekelompok klas sosial
Itu yang kudengar kemarin di Dogiyai
Itu yang kurasa hari ini pedih
178 meninggal dalam sebulan
Wabah buatan tangan penjajah merenggut nyawa mereka sekampung
Di layar kaca, ku lihat ku dengar
Retorika penjajah mengubur malu
Kaya negeriku, derita rakyatku
Derita tak berujung
Kemarin mereka, hari ini engkau, esok waktuku
Freeway, 1 Agustus 2008
oleh ^Q
Victor Yeimo
0
komentar
Foto Aksi Puisi Perjuangan
Rindu Adik
Ade, kenapa engkau susah untuk sa hubungi seminggu ini
ade, benarkah kau lupakan kaka
masihkah ada setitik harapan di hati ade
Disana kau mengembara seorang diri
Disini setiap jalan tertutup
Ade, tidak ku tau kan kemana dikau
Diamku hari ini beribu rasa yang sulit sa jelaskan
Hari kemarin masih sama
8 tahun kita berpisah, duniamu tak ku tahu
dan kaupun demikian
tapi ceria masa silam masih terbayang jelas
kau adikku remajamu tak tahu kini
Sibuk pilih kuliamu juga tak
adik, kaka rindu.....!
Freeway, 1 Agustus 2008
oleh ^Q
Victor Yeimo
0
komentar
Foto Aksi Puisi Perjuangan
Jakarta Kota Puisi
Jakarta bagiku kota puisi
Papua bagiku tanah prosa
kunyatakan segala apa yang terasa cinta
seluruh apa yang paling sa benci
apa yang tak kunyata-katakan itulah sisa
yang sengaja kutinggalkan
maka pahamilah
dusta adalah yang sebesar-besarnya dosa
selingkuh dan tipu
adalah saudara kembarnya,-
Freeway, 1 Agustus 2008
oleh ^Q
Victor Yeimo
0
komentar
Foto Aksi Puisi Perjuangan
22/06/08
Darahmu dan Mereka Lalat Berjas-dasi
Kaukah itu...?
Engkau yg masih menghiasi dalam sayatan sejarah ini?
dalam tak kuasa, di ujung jalan kau taburi wajahmu penuh noktah merah..kau masih ada dan masih menghias.
Tertidurlah sayang
pangkuan ibu pertiwi hangat terasa
tidurlah diatas tulang belulang itu
kemarin mereka, hari ini engkau dan besok waktuku..
Ini sejarah kita, kemanusiaan tidak berpihak, keadilan pun tak.
Kita hanya punya satu sejarah
"hidup untuk dibunuh, matipun tak layak"
Surga tidak lagi milik kita.
Ia milik mereka kaum moralis
Mereka lalat berjas-dasi
yang menghisap daramu dengan rupiah
Tumpah darahmu, pupuk darah juangku
Darahmu doamu, bagiku rajin tuk sampaikan maksud-Nya
---Kamkey, 23 Juni, 1:44 am----
oleh ^Q
Victor Yeimo
0
komentar
Foto Aksi Puisi Perjuangan
08/12/07
Pikirku Tak Berujung
Pikirku kemarin lara berujung
hari ini masih ada
Kita memang beda rasa
aku melangka disaat seribu jarak langka kita
terlanjur senang disaat-saat aku jatuh
masih mungkin ku pikul saat 1000 beban masih
saat kau tak pernah ada rasa
saat itu ruang kelam ini menyiksa
oleh ^Q
Victor Yeimo
0
komentar
Foto Aksi Puisi Perjuangan
03/10/07
About Me
- Victor Yeimo
- "Le Roi Est Mort, Vive Le Loi" [Berpikir, Bertindak, Mengorganisir untuk Bergerak,Melawan untuk kebebasan, memperjuangkan cita mulia, bebas dari penindasan]
Labels
- Berita Foto (2)
- Derita Jalanan (36)
- FRONT PEPERA-PB (1)
- Opini Lepas (7)
- Pendidikan Politik (30)
- Puisi Perjuangan (13)
- Report (2)
Website: 99computercity

