14/09/15

Makna "Pengakuan" PIF pada Kedaulatan Indonesia

"Sebagai angggota PBB kami mengakui kedaulatan Indonesia atas West Papua, tetapi PBB juga mengakui hak mereka (West Papua) untuk penentuan nasib sendiri dan pelanggaran Hak Asasi Manusia". Kata Perdana Menteri Menasseh Sogavare, saat menanggapi reaksi Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia yang menolak intervensi Forum Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Forum/PIF) terhadap persoalan West Papua (sumber: http://www.pmc.aut.ac.nz).

[+/-] Selengkapnya...

09/09/15

Buanglah Ilusi pada Kolonial

Rakyat West Papua yth, 
Perjuangan merebut kemerdekaan West Papua dari kolonialisme Indonesia merupakan keharusan kita untuk menyelamatkan tanah dan manusia dari ancaman kehancuran dan pemusnahan. Uang dan kehormatan dalam kekuasaan kolonial Indonesia hanyalah ilusi. Sebuah ilusi yang palsu dan bohong. Hanya pecundang yang akan lari dari kenyataan penindasan dan hidup dalam kepalsuan dan kebohongan. Hanya orang bodoh dan tolol yang akan tunduk dan percaya pada program ilusi kolonial Indonesia yang mencengkram hidup kita.

[+/-] Selengkapnya...

15/07/15

Percuma Saja

Tidak pantas lagi ku rangkai kata disini. Percuma saja. Dinding blog ini pun pasti tak sudi dihiasi, bila hanya mengulangi bait-bait derita jalanan itu lagi. Sejak awal, dari tempat ini, ku hiasi dindingmu dengan cerita itu. Cerita penderitaan itu masih berlanjut kembali disini, dari tempat yang sama. Dia itu, pecundang cinta, yang menghadirkan cinta dan derita. Ah, kenapa tiada henti? Derai-derai air mata ini, pertanda cinta tulus seorang lelaki jalanan yang berkelana. Mencari, ya mencari separuh nyawa, yang terpisah kini, antara derita dan bahaginya. Di jalan-jalan ini telah ku siksa raga. Di sarang-sarang musuh ku cari jalan menemukanmu. Mencarimu hei...pecundang cinta. Engkau mengapakah....

[+/-] Selengkapnya...

21/06/15

Buang Jauh Kepatuhan

Berhenti memupuk mental inlandler. Lihat superioritas pendatang yang terus menginjak bangsa kita. Lihat fasisme kolonia yang tiada henti memaksa kita percaya pada nasionalisme buta. Bahwa militerisme, rasisme, ultra-nasionalisme, dan imperialisme adalah watak alamiah dari penguasa yang menjajah. Tak perlu heran bila konflik kekerasan akan terus ada selama kekuasaan kolonial masih bercokol diatas teritori West Papua.

[+/-] Selengkapnya...

14/05/15

Emosi Perlawanan Yang Positif

Emosi perlawanan kita terhadap penjajah haruslah positif, yang berarti menghindari emosi negatif. Perjuangan pembebasan bangsa Papua memiliki visi, ideologi. Tidak "takabur" alias hilang arah dan tujuan. Tidak untuk balas dendam. Tidak untuk sekedar pelipur lara. Juga bukan semata populisme gerakan.

[+/-] Selengkapnya...

07/05/15

Memandang Pembebasan Papua

Pranata Kolonialisme di Papua

UNTUK berbagai ragam masalah di tanah Papua, kita mau tidak mau mesti berangkat dari pengertian bahwa bangsa Papua sedang dijajah. Peliknya persoalan dan jenis kesengsaraan yang menimpa orang Papua, merupakan bentuk dari kolonialisme modern yang kemudian dapat dibahasakan sebagai imperialisme. Dengan begitu, perspektif cara pandang kita menjadi jelas bahwa semua ketimpangan ekonomi, sosial dan politik di West Papua merupakan anak kandung kaum imperialis yang bernama, Indonesia.

[+/-] Selengkapnya...

17/04/15

Perenungan Yang Penuh Tanda Tanya

Bagaimana bisa anda mengaku beriman dan hidup dalam kebenaran, sementara anda menjadi pengacara yang membela kejahatan kolonial, menjadi pendeta yang berdoa memberkati kejahatan kolonial, menjadi wartawan yang membela kejahatan kolonial, menjadi aparatur yang mengabdi pada keajahatan kolonial, menjadi akademisi yang mengajarkan ide-ide penjajah, dan...

[+/-] Selengkapnya...

04/06/14

Untukmu Mahasiswa, Bebaskan Kampus Papua!

Tidak terciptanya demokratisasi kampus adalah bukti bahwa kaum borjuis kampus menjadi predator kolonialisme yang tidak mampu memberikan jaminan kebebasan berekspresi, berorganisasi dan berpendapat dimuka umum, apalagi memenuhi hak pendidikan yang layak bagi Mahasiswa -Realitas Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (UNCEN) adalah bukti yang mengharukan diatas negeri yang (katanya) beredar dana triliunan rupiah.

[+/-] Selengkapnya...

02/05/14

Penjara Abepura, Saat itu...

Bunyi gembok trali itu tiba-tiba memutus mimpi indah. Alam mimpi di ruang bebas pun sirnah. Ah sial, Tamping-tamping itu membuka pintu-pintu trali. Kembali lagi menatap kurungan tembok dan trali ini. Sedang, mentari menyusup perlahan dari sela-sela trali disana, seakan mencoba membuang rasa sial, hampa dan pengap disini. Kuregangkan badan sambil melihat lelaki yang seperti biasa menyapu

[+/-] Selengkapnya...

27/04/14

Dear Nalok Anjing

Dear Nalok Anjing -

Saya ingin katakan yang sudah saya katakan. Saya ingin memberitahu yang sudah anda tahu. Maaf, saya tidak bermaksud menggurui, lagi pula saya bukan atasan anda, bukan juga bawahan, tetapi hanya seseorang yang kebetulan memilikimu dan hidup bersamamu di tempat-tempat itu dan di jalan-jalan itu.

[+/-] Selengkapnya...