15/01/13

Mengemis Cinta Dalam Derita

Blog, ku harus menghiasimu kembali. Masih tetap pada cinta dan revolusi. Cerita tentang semua itu belum mau berhenti. Ku harap kau mengerti, walau mereka tiada pernah mengerti. Mungkin hati dan pikiran mereka tak dapat kuhiasi dengan cinta dan derita jalanan ini, mungkin hanya kau yang mampu menerima untaian cinta yang penuh derita ini.

Derai air mata tiap pagi. Terkikis

[+/-] Selengkapnya...

20/11/12

Terkikis Cinta dan Derita Negeri

Ku ingin jemariku merangkai kata menuangkan rasa dalam resah. Berharap semua gundah dapat terobati dalam alam maya. Berharap semua cerita tentang cinta dan derita di jalan-jalan revolusi dapat segera berlalu dari dalam penat yang semakin mengacau. Ku ingin berlama-lama di alam maya agar alam nyata tiada menyiksa batin. Agar dia dan mereka tiada lagi menyiksaku sepanjang jalur yang sedang kujalani. Agar mereka para penindas tiada bersorak melihat ku terperangkap bisu dalam serangan yang tiada henti.

[+/-] Selengkapnya...

16/11/12

Ingin Seperti Yang Dulu

Sekejap saja sore ini, ku anggap semua kembali seperti yang dulu. Terasing dan kujalani jalur hidupku tanpa kalian. Tak terasa 12 tahun yang lalu. Memori kita masa kecil di gereja tua ini sekejab hadir sore ini, walau hanya samar-samar, ku merasa indah. Aku telah merindukan saat-saat seperti ini sekian lama. Saat seperti yang lalu di samping gereja ini. Disaat kita masih polos, berceria dan bercanda bersama. Kutemukan ketenangan yang tiada tara disini. Ku sadari, ku tak mampu mengembalikan roda kehidupa yang lalu.

[+/-] Selengkapnya...

15/11/12

Menyelami Hidup

Kerapuhan ini kembali lagi. Walau harus berupaya menutupinya, kian semakin rapuh. Penampilan, gaya, serta pengetahuan duniawi telah sangat menjadikanku menjadi manusia angan-angan, manusia mimpi, manusia idealis yang tidak realistis. Dalam maya kucari kesempurnaan dunia serba terpenuhi. Kesendirian tiada beban dunia terasa kala kesempurnaan hanya tebawa dalam alam pikir. Kualami dan kusadari, dalam dunia ide, pengetahuan menjadikan manusia tak seutuhnya bersatu dalam alam nyata. Ide tak selamanya gampang dan sukses diaplikasi dalam keterbatasan hidup. Dan, perjuangan, bila itu sebuah kata kerja dalam alam nyata, maka ide tak

[+/-] Selengkapnya...

12/11/12

Terpisah Jarak Dalam Rindu Membara

semerbak rindu membara
terpisah diantara benua
memori 2010 bersemi 
dibalik trali penjajah
kutanam benih revolusi 
tumbuh dirahimmu
bersama derita negri
tiada lama ku peluk erat 
ingin rasa memanjakanmu
terpisah demi cita dan bakti
Mecinta sayangku

Kekasih hatiku, engkau

[+/-] Selengkapnya...

20/09/12

Galau Hati Kami Untukmu Mako

Vietnam, 18 Sept "2012
diatas parah-parah kayu
Tertenggung kami disini,
sontak bergetar luluh perih hati
bulir air mata jatuh tak tertahan
Termanggu dalam hening jiwa
disaat engkau tak bersama lagi

Terkenang untaian kata darimu
teringat senyum yang pernah kau hadirkan
terpesona ceritamu yang pernah menyejukan jiwa
terkagum smua ketegaran, semangat juang yang pernah kau torehkan

kini....disini
para sahabat termanggu diam mengitari cakrawala
meski hanya berteman bintang yang tertutup awan
dibawah cahaya rembulan yang kesepian
bersama nalok yang terus membisu
ditemani air surga

Meski kini kau telah tiada
namamu terpatri di relung hati kami
selamat jalan kawan Mako Tabuni
tinggalkan smua jiwa dan semangatmu
tersenyumlah kembali pada SANG PENCIPTA
kami akan tetap mengenangmu
sepanjang masa...


[+/-] Selengkapnya...

06/09/12

Asa Dibalik Rimba

Dalam hening ku kenang engkau kembali
saat nyanyian pilu mengalun indah di belantara
kurasa dunia begitu indah, penuh warna
Disini, kudengar beritamu,
kembali rapuh bersama seutas asa

ku terdesak tak berdaya
kini baktimu tersentak peluru penjajah
engkau harus amputasi
Diiringi gemuruh ombak malam
galau hatiku memuncak
rasa dalam resah tak mau berujung
kaka, engkaukah itu?

Mengenang semua tentangmu tiada habis,
membuat pening kepala
Haruskah ku melawan takdir pejuang
hidup dan mati hanya bagimu negeri
Noe,sakit terlalu sakit
smua ini tiada tara...
ahhhhhhhh................

Tabi, 6/9/2012 | 11.35

[+/-] Selengkapnya...

18/08/12

Kawan, Mengapa Membuta?

Kawan! mengapa membuta, tuli dan membisu? bukanlah realita ini nyata dan menyakitkan. kenapa tiada rasa, dikala asa menghampiri, haruskah membiarkan jiwa merana di ujung punah . Iblis manakah yang merasukmu, bukankah semua ini kejam?. Tanah ini, surga kita yang kian hilang, digilas pecandu kekayaan. Kembalilah. Bernaung dibawah dawaian burung surga menyanyikan lagu pembebasan, kepalkan tangan erat, rapatkan barisan perlawan, kobarkan semangat bangsa, dan kita harus mengakhiri penderitaan ini. ------ Campwolker, 19/8/2012, saat hampa dalam rasa menghampiri daku terbawa bersama untaian jiwa yang merana melihat mereka anak negeri memalingkan wajah dari perjuangan, terbawa bujukan penjajah.

[+/-] Selengkapnya...

14/08/12

KU HARUS SALAH

Kau baru katakan, dan kurasa itu dari lubuk hatimu. Kau kini tak lagi mempercaiyai diriku. Kau bilang itu salahku. Ku anggap itu benar, dan harus benar, karena engkau selalu benar. Kau anggap aku salah, dan harus selalu salah di depan matamu.

[+/-] Selengkapnya...

09/06/12

Sa Salah, Ko Harus Bahagia

engkau harus bahagia
bersama dia dan duniamu
smua salahku, engkau pun tahu
jalur ini, dan duniaku yang menyiksamu
bersama sgala keterpurukan hidup ini

maaf sempat memaksamu kemarin
tuk menerima aku apadanya
ku salah menyangka maksudmu
kini kutahu dan menyadarinya

Bila tak akan pernah bersua lagi
sampaikan pd Meci, anak kita
ku kan slalu mencintai dan merindukan dia
slamanya...slamanya

Camp Pelarian, 9 Juni 2012 | 15.41

[+/-] Selengkapnya...